Revolusi Digital SMKN 1 Kalipuro: Uji Coba Presensi Anti-Membolos dan Aplikasi Pintar Ujian Anti-AI

Featured blog image
Kegiatan 10 September 2026

Revolusi Digital SMKN 1 Kalipuro: Uji Coba Presensi Anti-Membolos dan Aplikasi Pintar Ujian Anti-AI

Author

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor

BANYUWANGI, e-bulletin—SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah perwira pelayaran kapal niaga yang tanggap terhadap perkembangan teknologi. Pada hari kedua pelaksanaan In House Training (IHT), Kamis (10/9/2026), sekolah ini secara resmi merancang lompatan besar melalui sosialisasi dan uji coba aplikasi pintar berbasis deteksi wajah (face detection) serta sistem pencegah kecurangan kecerdasan buatan (anti-artificial intelligence/AI).

Agenda IHT yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB di aula sekolah tersebut dihadiri oleh segenap guru dan tenaga kependidikan (GTK). Langkah digitalisasi ini menjadi bukti bahwa sekolah vokasi kemaritiman tidak hanya berfokus pada ketangkasan fisik dan keterampilan teknis di laut, melainkan juga pada kedisiplinan serta integritas akademik yang didukung teknologi terkini.

 

Presensi Face Detect dan Pemantauan Real-Time

Materi sosialisasi pembuka dibawakan langsung oleh pihak rekanan penyedia teknologi sekolah. Dalam pemaparannya, aplikasi pintar ini dirancang untuk menjawab tantangan pemantauan kehadiran dan aktivitas warga sekolah secara menyeluruh.

Teknologi presensi berbasis face detect ini tidak sekadar mencatat jam kedatangan dan kepulangan. Mulai awal Oktober 2026 mendatang, sistem tersebut akan masuk tahap uji coba untuk memantau keberadaan dan posisi guru serta peserta didik secara real-time selama jam sekolah berlangsung, yakni pukul 06.45 hingga 15.30 WIB.

Sistem pengawasan terintegrasi ini juga menjadi solusi bagi peserta didik yang sedang melakoni Praktik Kerja Lapangan (PKL), baik yang berada di atas kapal niaga maupun yang berada di darat. Taruna dan taruni jurusan Tata Boga Kapal Niaga serta Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam Kapal Niaga tetap wajib melakukan presensi jarak jauh (remote presence) menggunakan pemindaian wajah.

"Melalui deteksi wajah dan lokasi terintegrasi, tidak ada lagi presensi titip nama atau ketidaksesuaian lokasi. Keberadaan siswa di arena PKL darat maupun kapal niaga dapat terpantau secara akurat," ujar perwakilan rekanan sekolah di hadapan para peserta IHT.

Selain fitur kehadiran, aplikasi pintar ini turut memfasilitasi kebutuhan administrasi proses belajar-mengajar (PBM). Guru dapat melaporkan kegiatan pembelajaran di kelas secara langsung (real-time) dengan mengunggah foto suasana kelas dan pengisian jurnal harian. Pada akhir bulan, rekapitulasi jumlah jam mengajar guru serta tingkat kehadiran peserta didik dapat diunduh secara otomatis dan transparan.


 

Sistem Ujian Digital Anti-Suntik AI

Salah satu keunggulan utama dari aplikasi pintar yang disosialisasikan adalah sistem evaluasi atau ujian digital berbasis Android dan komputer. Di tengah maraknya penggunaan AI generatif yang kerap disalahgunakan untuk menyontek, aplikasi ini dilengkapi sistem pertahanan siber canggih.

Aplikasi secara otomatis membaca aktivitas layar dan sistem pada perangkat peserta didik. Apabila peserta didik terdeteksi mencoba menyontek, membuka tab lain, atau memanfaatkan bantuan AI saat ujian berlangsung, sistem akan merespons secara seketika.

BEGITU PESERTA DIDIK MENCOBA MENYONTEK MENGGUNAKAN AI, aplikasi pintar ini langsung bisa mendeteksi dan tes atau ujian bisa langsung berakhir secara otomatis.

Sistem ini diharapkan mampu memupuk kejujuran serta mentalitas tangguh pada diri calon perwira pelayaran. Dalam dunia kemaritiman dan industri modern, integritas adalah fondasi utama yang tidak dapat ditawar.

 

Arahan Kepala Sekolah: Berkreasi Tanpa Mengeluh

Memasuki pukul 10.00 WIB, rangkaian IHT dilanjutkan dengan sesi kedua bersama Pengawas Sekolah, Lilik Istianah, M.Pd. Sebelum pengawas menyampaikan materi teknis, Kepala SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi, Agung Rahmadi, S.Pd., M.Si., memberikan arahan strategis dan motivasi kepada seluruh GTK.

Dalam arahannya, Agung mengimbau agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan senantiasa melakukan inovasi serta kreasi di lini tugas masing-masing. Ia menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah dan menghindari budaya mengeluh dalam menghadapi dinamika pendidikan.

Untuk memberi contoh nyata, Agung menceritakan pengalamannya saat masih bertugas sebagai guru pengampu. Kala itu, ia menginstruksikan para siswa bimbingannya untuk membuat produk sabun cuci piring cair komersial yang diberi nama "Mama Lia"—sebuah produk kreasi lokal yang terinspirasi dari merek terkenal Mama Lemon.

"Kreativitas itu tidak harus menunggu sarana yang sempurna. Dulu saya ajak siswa bikin 'Mama Lia', sabun cuci cair perabotan rumah tangga. Yang terpenting adalah keberanian mencoba dan kemauan untuk berproses tanpa banyak mengeluh," tegas Agung Rahmadi.

 

Optimalisasi Info GTK dan Ruang GTK

Usai arahan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah Lilik Istianah memaparkan materi terkait optimalisasi platform Info GTK dan Ruang GTK. Para guru didorong untuk lebih aktif mengakses kedua platform resmi Kementerian Pendidikan tersebut guna mengeksekusi berbagai fitur dan menu yang tersedia.

Lilik menjelaskan bahwa keaktifan guru di platform tersebut tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan indikator Rapor Pendidikan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri secara mandiri.

  • Pengembangan Kompetensi: Guru dapat mengikuti berbagai pelatihan, khususnya Pelatihan Mandiri di PMM/Ruang GTK.
  • Pembaruan Data: Memastikan validitas data mengajar dan administrasi guru secara berkala di Info GTK.
  • Peningkatan Kualitas PBM: Menerapkan hasil diklat mandiri ke dalam strategi pembelajaran di kelas.

 

Simulasi Pembelajaran dan Antusiasme Guru Pelaut

Sesi IHT hari kedua makin semarak saat masuk ke agenda simulasi permainan edukatif (game-based learning). Pembelajaran interaktif ini dirancang untuk menyegarkan pemahaman guru terkait lima pilar metodologi pembelajaran:

  1. Pendekatan Pembelajaran
  2. Model Pembelajaran
  3. Strategi Pembelajaran
  4. Metode Pembelajaran
  5. Teknik Pembelajaran

Suasana aula yang tadinya serius mendadak riuh dan penuh gelak tawa ketika para guru mempraktikkan simulasi tersebut. Antusiasme tinggi terlihat dari para pendidik latar belakang praktisi pelayaran (unsur pelaut).

Salah satu peserta yang paling mencuri perhatian adalah Hendro, guru dari unsur pelaut yang akrab disapa Pak Kenthes. Dengan gaya khasnya yang lugas dan komunikatif, Pak Kenthes aktif memperagakan simulasi teknik pembelajaran interaktif yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari rekan-rekan sejawatnya.


 

Peninjauan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)

Menjelang akhir sesi, Lilik Istianah menginstruksikan seluruh guru untuk mengumpulkan draf Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang telah disusun. Pengumpulan ini bertujuan untuk memverifikasi apakah penyusunan RPM sudah sesuai dengan pemaparan materi komprehensif yang disampaikan pada hari pertama IHT.

Hingga penutupan acara pada pukul 15.00 WIB, sebagian besar berkas RPM telah masuk. Namun, karena keterbatasan waktu dan ketelitian proses verifikasi, belum seluruh dokumen selesai diperiksa oleh pengawas.

Pemeriksaan dan peninjauan lanjutan untuk berkas RPM yang tersisa dijadwalkan kembali pada hari Senin, 14 September 2026. Kendati masih ada agenda lanjutan, rangkaian IHT hari kedua ini berhasil meletakkan batu pertama bagi transformasi digital dan penguatan pedagogik di SMKN 1 Kalipuro.

Dengan semangat inovasi dan budaya disiplin tinggi, SMKN 1 Kalipuro optimis mampu mencetak SDM unggul dan siap bersaing di industri maritim global. Bravo SEMAKAPURA untuk tetap jaya!#

SMKN 1 KALIPURO

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor