Sinergi Vokasi Kemaritiman: SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi Gandeng PT Dharma Lautan Utama Matangkan Sinkronisasi Kurikulum DP IV dan Pertahankan Status Approval Kemenhub
BANYUWANGI–e bulletin - Akselerasi peningkatan mutu pendidikan vokasi di tanah air terus bergulir tanpa henti. Salah satu gebrakan nyata ditunjukkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalipuro Banyuwangi. Sebagai satu-satunya sekolah pelayaran kapal niaga berstatus negeri di wilayah kerja Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara, lembaga pendidikan ini terus berbenah dan memperkuat posisinya di kancah nasional. Langkah taktis terbaru yang mereka lakukan adalah menyelenggarakan agenda In-House Training (IHT) Sinkronisasi Kurikulum yang dilaksanakan secara intensif di lingkungan kampus sekolah setempat.
Agenda strategis ini secara khusus menggandeng mitra industri papan
atas, yakni PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Banyuwangi, sebuah perusahaan
pelayaran nasional yang memiliki reputasi besar dalam pelayanan transportasi
laut dan logistik di Indonesia. Kolaborasi ini dirancang sebagai jembatan emas
untuk menyelaraskan antara materi pembelajaran di kelas dengan kebutuhan riil
operasional armada kapal niaga di dunia kerja saat ini.
Langkah ini juga menjadi sangat krusial mengingat SMKN 1 Kalipuro belum lama ini, tepatnya pada tanggal 5 Februari 2026, telah resmi berhasil meraih kembali status approval (pengesahan) resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Status approval tersebut merupakan legalitas mutlak berskala internasional yang menegaskan bahwa seluruh proses diklat, fasilitas, dan kurikulum di sekolah ini telah memenuhi standar konvensi internasional STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers). Oleh karena itu, kegiatan sinkronisasi ini menjadi salah satu pilar penting bagi sekolah untuk mempertahankan kualifikasi bergengsi tersebut di masa depan.
Komitmen
Tanpa Batas: Libur Semester, Pendidik Tetap Mengabdi
Pelaksanaan IHT Sinkronisasi Kurikulum ini mencerminkan komitmen tinggi
dari segenap civitas akademika SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi. Meskipun saat ini
kalender akademik menunjukkan masa liburan semester genap—di mana lingkungan
sekolah biasanya lengang dari aktivitas belajar mengajar—suasana di dalam ruang
pertemuan justru menunjukkan pemandangan yang kontras. Seluruh jajaran guru
produktif, guru mata pelajaran umum, hingga staf administrasi sekolah tampak
hadir secara penuh dengan mengenakan seragam dinas rapi.
Mereka dengan sukarela mengorbankan waktu libur demi duduk bersama,
membedah modul pembelajaran, dan menyerap masukan dari praktisi industri.
Semangat pengabdian ini mendapat apresiasi tinggi karena menunjukkan bahwa
kesiapan mencetak perwira remaja yang andal tidak boleh terhambat oleh hari
libur. Dedikasi kolektif inilah yang menjadi motor penggerak utama SMKN 1
Kalipuro dalam menjaga mutu lulusannya agar tetap kompetitif.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kepala SMKN 1 Kalipuro,
Agung Rahmadi, S.Pd., M.Si. Dalam penyampaiannya, Agung menekankan bahwa
sekolah pelayaran tidak boleh berdiri seperti menara gading yang terisolasi
dari realitas industri. Baginya, keterlibatan aktif dari operator kapal seperti
PT Dharma Lautan Utama adalah sebuah keharusan demi melahirkan lulusan yang
siap pakai, bukan lulusan yang masih harus dilatih dari nol lagi saat bekerja.
Agung Rahmadi juga menegaskan bahwa tantangan dunia pelayaran kapal
niaga di era modern semakin kompleks. Digitalisasi navigasi, perubahan regulasi
keselamatan pelayaran, hingga tuntutan efisiensi energi di atas kapal menuntut
kurikulum sekolah untuk selalu dinamis. Melalui forum IHT ini, pihak sekolah
membuka diri secara penuh terhadap kritik, saran, dan masukan konstruktif dari
pihak industri demi menyempurnakan draf kurikulum Diklat Pelaut (DP) IV yang
mereka miliki.
Dukungan Penuh Cabang Dinas dan Prospek
Pengembangan Lahan
Suasana pembukaan IHT semakin khidmat dan bermakna dengan kehadiran Plt.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono,
S.Pd., M.M. Kehadiran beliau bukan hanya untuk membuka acara secara resmi,
melainkan juga memberikan pengarahan strategis mengenai arah kebijakan
pendidikan vokasi di wilayah Jawa Timur, khususnya di Bumi Blambangan.
Dalam sambutan dan arahannya, Iwan Triyono menyampaikan pandangan yang
sangat optimistis mengenai masa depan SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi. Ia
menggarisbawahi bahwa sekolah ini memegang peran strategis dan memiliki
keunikan yang tidak dimiliki oleh sekolah lain di Jawa Timur, Bali, maupun Nusa
Tenggara. Status sebagai satu-satunya sekolah pelayaran negeri di wilayah
kelolaan tersebut membuat SMKN 1 Kalipuro menjadi tumpuan harapan bagi lahirnya
generasi pelaut niaga yang andal di Indonesia bagian timur.
Lebih lanjut, Iwan Triyono mengamati potensi fisik yang dimiliki oleh
sekolah ini. Ia menyebutkan bahwa SMKN 1 Kalipuro memiliki modal besar berupa
lahan sekolah yang masih sangat luas dan belum sepenuhnya terbangun.
Karakteristik wilayah geografis Kalipuro yang strategis dan ditopang oleh ketersediaan
lahan ini dinilai sebagai peluang emas untuk melakukan ekspansi fasilitas
pendidikan secara masif ke depannya.
Menurut Iwan, dengan lahan yang luas tersebut, sekolah memiliki
fleksibilitas tinggi untuk membangun fasilitas-fasilitas penunjang diklat baru
yang disyaratkan oleh Ditjen Hubla maupun regulasi internasional. Sekolah bisa
merencanakan pembangunan ruang kelas baru yang representatif, asrama taruna
yang lebih modern, gedung pelatihan keselamatan kerja (Safety Training
Center), hingga fasilitas olahraga dan pembinaan fisik terpadu. Dukungan
ketersediaan ruang fisik ini diyakini akan mempermudah langkah sekolah dalam
mempertahankan status approval secara berkelanjutan tanpa terkendala
keterbatasan lahan.
Peninjauan Fasilitas dan Kesan Mendalam pada
Simulator Kapal Niaga
Usai memberikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi, Plt. Kepala
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, melakukan
peninjauan langsung (hospitality tour) ke berbagai sudut lingkungan
sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat dari dekat kesiapan sarana dan
prasarana yang dimiliki sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum yang
sedang disinkronisasikan.
Didampingi oleh Kepala Sekolah Agung Rahmadi beserta tim manajemen, Iwan
Triyono berjalan menyusuri koridor sekolah, melihat kondisi ruang kelas,
fasilitas asrama, hingga tiba di pusat teknologi pembelajaran sekolah, yaitu
Laboratorium Simulator Kapal Niaga. Ruangan ini merupakan jantung dari
pelatihan praktik bagi para taruna sebelum mereka diizinkan melakukan praktik
kerja nyata di laut lepas.
Di dalam laboratorium tersebut, Iwan Triyono disuguhi pemandangan
perangkat simulator canggih yang mampu mereplikasi kondisi anjungan kapal
secara nyata lengkap dengan visualisasi cuaca, gelombang laut, dan rute
pelayaran digital. Tidak sekadar melihat, Iwan juga ditantang untuk menjajal
langsung mengoperasionalkan sistem simulator kemudi kapal niaga tersebut.
Aktivitas uji coba operasional simulator ini dipandu secara langsung dan
taktis oleh salah satu guru produktif Nautika Kapal Niaga (NKN) senior SMKN 1
Kalipuro, Wawuh Sondi Purnomo, S.T., Gr. Dengan pembawaan yang tenang dan
profesional, Wawuh memberikan penjelasan mendetail mengenai fungsi dari
masing-masing instrumen navigasi, radar, tuas gas, hingga sistem komunikasi
internal kapal virtual tersebut. Wawuh juga mendemonstrasikan bagaimana
simulator ini dapat diatur untuk mensimulasikan situasi darurat di tengah laut,
sehingga taruna terlatih untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Merasakan langsung sensasi mengendalikan kapal niaga virtual melalui
perangkat berteknologi tinggi tersebut membuat Plt. Kacabdin Iwan Triyono
merasa sangat terkesan. Ia tidak ragu melontarkan pujian atas keseriusan SMKN 1
Kalipuro dalam berinvestasi pada teknologi pendidikan. Menurutnya, keberadaan
fasilitas yang mutakhir seperti ini membuktikan bahwa sekolah tidak main-main
dalam mempersiapkan para tarunanya agar tidak canggung saat melangkah ke atas
kapal niaga yang sesungguhnya. Kesan mendalam ini memperkuat komitmen Cabang
Dinas Pendidikan untuk terus mengawal dan mendukung penuh setiap program
pengembangan yang diajukan oleh pihak sekolah.
Diskusi Gayeng: Membedah Struktur
Kurikulum DP IV Bersama Praktisi PT DLU
Setelah sesi peninjauan fasilitas selesai dilaksanakan, fokus kegiatan
kembali beralih ke ruang utama untuk memulai agenda inti, yakni forum diskusi
sinkronisasi kurikulum. Sesi ini berlangsung dalam atmosfer yang sangat gayeng—sebuah
istilah dalam bahasa Jawa yang menggambarkan suasana diskusi yang hangat,
akrab, mengalir, penuh kekeluargaan, tetapi tetap menjaga profesionalisme dan
substansi yang tinggi.
Antusiasme yang luar biasa tampak jelas dari kedua belah pihak. Unsur
internal SMKN 1 Kalipuro yang diwakili oleh para guru produktif tampak siap
dengan tumpukan dokumen draf kurikulum, sementara perwakilan dari PT Dharma
Lautan Utama Cabang Banyuwangi hadir dengan membawa standar kompetensi industri
terkini yang berlaku di armada pelayaran mereka.
Pemaparan materi dari pihak sekolah disampaikan secara bergantian oleh
dua sosok pendidik muda yang kompeten dan energik, yaitu I Wayan Nana
Anggarsana, S.Pd., Gr. dan Gilang Ramadhan, S.Pd. Dalam presentasinya, Wayan
Nana dan Gilang mengupas secara tuntas mengenai struktur kurikulum Tingkat
Diklat Pelaut (DP) IV yang saat ini diterapkan di SMKN 1 Kalipuro. Mereka
memaparkan alokasi jam pelajaran, sebaran mata pelajaran keahlian untuk jurusan
Nautika maupun Teknika, hingga target capaian pembelajaran yang diharapkan
dapat dikuasai oleh taruna pada setiap semesternya.
Pemaparan yang sistematis tersebut kemudian ditanggapi, dibedah, dan
divalidasi secara langsung oleh dua perwakilan manajemen sekaligus praktisi
senior dari PT Dharma Lautan Utama, yaitu Pak Arief dan Pak Puguh. Selaku
validator eksternal, baik Pak Arief maupun Pak Puguh memberikan pandangan yang
sangat berharga dari sudut pandang operator kapal yang setiap hari menghadapi
dinamika di laut.
Diskusi yang berlangsung berjam-jam tersebut secara mendalam membahas
lima poin esensial yang menjadi pilar utama pembentukan karakter dan kompetensi
taruna-taruni SMKN 1 Kalipuro:
1. Sinkronisasi Kurikulum Diklat Pelaut (DP)
IV
Pak Arief menekankan bahwa kurikulum DP IV yang diajarkan di sekolah
harus benar-benar selaras dengan regulasi terbaru dari Amandemen Manila.
Kompetensi dasar seperti ilmu pelayaran datar, dinas jaga anjungan,
meteorologi, hingga penanganan muatan harus diperkuat dengan studi kasus riil
yang sering terjadi di kapal niaga domestik maupun internasional. Validasi
dilakukan untuk memastikan tidak ada kesenjangan antara teori di buku teks
sekolah dengan aplikasi sistem digital di atas kapal milik PT DLU.
2. Standardisasi Manajemen Praktik Layar (Prala)
Salah satu topik utama yang menyedot perhatian besar adalah mekanisme
pelaksanaan Praktik Layar (Prala) selama satu tahun penuh bagi taruna tingkat
akhir. Pak Puguh menjelaskan bahwa PT Dharma Lautan Utama berkomitmen untuk
menyediakan ruang bagi taruna-taruni SMKN 1 Kalipuro untuk melaksanakan Prala
di armada kapal mereka. Namun, pihak industri menetapkan kriteria seleksi yang
ketat. Sinkronisasi ini membahas bagaimana sekolah dapat menyiapkan Log Book
Prala yang terstandardisasi, sehingga perwira kapal dapat memberikan penilaian
yang objektif terhadap performa taruna selama magang di laut.
3. Penegakan Kedisiplinan dan Pembentukan
Karakter
Unsur kedisiplinan menjadi bahasan yang tidak kalah sengit tetapi
disepakati dengan bulat oleh kedua belah pihak. Pak Arief mengingatkan bahwa
bekerja di kapal niaga adalah pekerjaan dengan risiko tinggi yang menuntut
kepatuhan mutlak terhadap perintah atasan dan prosedur keselamatan (SOP).
Sedikit saja kelalaian karena ketidakdisiplinan dapat berakibat fatal bagi
keselamatan awak kapal dan muatan. Gilang Ramadhan menanggapi hal ini dengan
menjelaskan sistem pembinaan mental dan fisik yang diterapkan di SMKN 1
Kalipuro, yang dirancang untuk membentuk karakter taruna yang tangguh, jujur,
memiliki loyalitas tinggi, dan bermental baja dalam menghadapi tekanan kerja di
laut.
4. Optimalisasi Sistem Manajemen Asrama
Ketarunaan
Diskusi juga merambah pada pola pengasuhan taruna di dalam asrama (dormitory).
Pihak PT DLU menilai bahwa asrama yang dimiliki oleh SMKN 1 Kalipuro merupakan
laboratorium karakter terbaik. Di dalam asrama, para taruna-taruni dilatih
untuk hidup mandiri, menjaga kebersihan, mengatur waktu secara presisi, dan
membangun kerja sama tim (teamwork) yang solid lintas angkatan. Pihak
sekolah dan industri sepakat untuk mengadopsi beberapa elemen manajemen
kehidupan di atas kapal untuk diterapkan dalam aturan harian asrama, seperti
pelaksanaan apel berkala, pembagian tugas jaga (ronda malam), dan penerapan
sanksi edukatif yang disiplin.
5. Strategi Mempertahankan Status Approval
Ditjen Hubla
Menutup sesi diskusi, kedua belah pihak membahas langkah bersama untuk
mempertahankan status approval yang baru saja diraih sekolah pada 5 Februari
2026. Pak Puguh mengingatkan bahwa mempertahankan status lebih sulit daripada
meraihnya. Ditjen Hubla akan melakukan audit berkala secara ketat terhadap
konsistensi pelaksanaan kurikulum. Oleh karena itu, kegiatan sinkronisasi
bersama PT DLU ini dinilai sebagai langkah nyata penjaminan mutu yang otentik.
Dokumen hasil sinkronisasi ini akan menjadi bukti sahih bagi auditor
kementerian bahwa SMKN 1 Kalipuro secara aktif melakukan pembaruan kurikulum
bersama dunia industri terpercaya.
Langkah Nyata Menuju Poros Pendidikan Maritim
Unggulan
Pelaksanaan IHT Sinkronisasi Kurikulum ini melahirkan sebuah kesepahaman
baru yang tertuang dalam naskah kerja sama operasional yang lebih matang antara
SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi dengan PT Dharma Lautan Utama. Kegiatan ini
membuktikan bahwa konsep Link and Match antara dunia pendidikan vokasi
dengan dunia industri bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan sebuah
aksi nyata yang dikerjakan dengan hati dan integritas.
Dengan sinergi yang harmonis ini, SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi semakin
mantap menapakkan kakinya sebagai salah satu institusi pendidikan maritim yang
paling diperhitungkan di Indonesia. Dukungan ketersediaan lahan yang luas dari pemerintah,
fasilitas teknologi simulator yang canggih, etos kerja para pendidik yang tak
kenal libur, serta bimbingan teknis langsung dari praktisi industri seperti PT
DLU menjadi modal yang sangat kuat.
Masa depan cerah kini membentang di hadapan para taruna dan taruni SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi. Melalui kurikulum yang telah tervalidasi dan tersinkronisasi dengan sempurna, mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi penonton di negara maritim ini, melainkan dicetak untuk menjadi perwira-perwira kapal niaga yang tangguh, andal, berkarakter mulia, dan siap memimpin pelayaran di lautan nusantara hingga samudra global. Agenda IHT ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal implementasi kurikulum baru ini pada tahun ajaran yang akan datang demi kejayaan maritim Indonesia.#